TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita mengungkap kisah rumah tangganya setelah mengetahui suaminya berselingkuh selama tiga tahun dengan seorang sekretaris muda.
Perselingkuhan tersebut bahkan diketahui telah menghasilkan seorang anak.
Kondisi itu tidak hanya membuat sang istri terpukul, tetapi juga berdampak besar terhadap kedua anak mereka yang masih berusia remaja.
Dikutip dari Eva, Sabtu (12/9/2026), wanita tersebut telah menikah dengan suaminya selama 15 tahun. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua anak, yakni seorang putra berusia 14 tahun dan putri berusia 12 tahun.
Suaminya diketahui bekerja sebagai direktur sebuah perusahaan kecil yang sebelumnya dipercayakan oleh ayah sang wanita untuk dikelola.
Sementara itu, wanita tersebut selama bertahun-tahun menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga dan mengurus keluarga serta kedua anak mereka.
Belakangan, wanita itu mulai melihat perubahan pada perilaku suaminya. Kecurigaannya bermula ketika menemukan saputangan milik wanita lain di dalam saku pakaian suaminya.
Tidak hanya itu, pada suatu hari dia juga melihat bekas lipstik di leher suaminya. Kemeja yang dikenakan sang suami ketika pulang ke rumah beberapa kali terlihat dalam kondisi kusut yang tidak biasa.
Kecurigaan semakin kuat setelah wanita tersebut memperhatikan foto-foto yang diambil di kantor. Dalam sejumlah foto, seorang sekretaris muda yang baru bekerja sekitar satu bulan terlihat selalu berada di dekat suaminya.
Meski mulai merasa curiga, wanita tersebut mengaku tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai apa yang dilakukan suaminya.
Hingga suatu hari, dia memutuskan untuk mengantarkan makan siang ke kantor suaminya tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Namun, setibanya di kantor, dia mendapat informasi bahwa suaminya bersama sekretaris tersebut sedang pergi keluar untuk menemui seorang klien.
Wanita itu kemudian mencoba menghubungi suaminya melalui telepon. Namun, panggilannya justru dimatikan.
Ketika hendak meninggalkan kantor, dia secara tidak sengaja melihat mobil suaminya terparkir di pinggir jalan yang berada di seberang kantor. Karena merasa curiga, dia kemudian diam-diam mengikuti suaminya.
Wanita tersebut akhirnya melihat suaminya bersama sekretaris mudanya masuk ke sebuah kompleks apartemen. Keduanya kemudian masuk ke sebuah kamar yang sama.
Dari celah pintu, wanita itu melihat suaminya dan sekretaris tersebut berada bersama. Keduanya terlihat saling membelai dengan mesra dan saling menyuapi makanan.
Namun, bukan hanya keberadaan sekretaris yang membuatnya terkejut. Di dalam ruangan tersebut, dia juga melihat seorang anak perempuan berusia sekitar dua tahun yang sedang makan bersama suaminya dan wanita tersebut.
Setelah kejadian itu, wanita tersebut memutuskan untuk mencari tahu lebih jauh dengan menyewa seorang detektif. Dari penyelidikan tersebut, dia akhirnya mengetahui bahwa suaminya ternyata telah menjalin hubungan dengan sekretaris itu selama tiga tahun.
Hubungan tersebut juga telah menghasilkan seorang anak.
Lebih jauh, wanita tersebut mengetahui bahwa sekretaris muda itu dibawa masuk ke perusahaan sebagai sekretaris oleh suaminya agar keduanya dapat lebih mudah bertemu tanpa menimbulkan kecurigaan.
Perselingkuhan tersebut membuat sang istri merasa sangat terluka. Namun, hal yang paling membuatnya terpuruk bukan hanya pengkhianatan suaminya, melainkan dampak yang dirasakan oleh kedua anak mereka.
Kedua anak tersebut sudah berada pada usia ketika mereka mulai memahami persoalan keluarga. Selama ini, mereka menganggap ayahnya sebagai sosok yang hebat, sukses, kuat dan menjadi tempat bergantung bagi keluarga.
Setelah mengetahui ayah mereka berselingkuh selama bertahun-tahun dan bahkan memiliki anak dari wanita lain, keduanya mengalami guncangan besar.
Putri mereka yang berusia 12 tahun hampir tidak mau lagi berbicara dengan ayahnya. Anak tersebut banyak menangis hingga suatu hari mengemasi beberapa pakaian dan pergi tinggal di rumah temannya.
Sang ibu kemudian meminta putrinya untuk pulang. Namun, anak tersebut mengatakan tidak ingin melihat ayahnya lagi.
Ketika ditanya apakah dirinya marah kepada sang ibu, putrinya menggelengkan kepala. Namun, dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak memahami mengapa ayahnya melakukan hal tersebut kepada ibunya.
Sikap putri tersebut berubah drastis. Anak yang sebelumnya sangat dekat dengan ayahnya itu kini hampir memutuskan seluruh kedekatannya dengan sang ayah.
Setiap kali ayahnya menelepon, dia tidak mau mengangkat. Bahkan ketika sang ayah datang ke sekolah untuk menjemputnya, anak tersebut berusaha menghindari pertemuan dengannya.
Kondisi putra mereka yang berusia 14 tahun juga membuat sang ibu semakin khawatir. Sebelum mengetahui persoalan tersebut, sang anak memiliki prestasi belajar yang cukup baik.
Namun, setelah mengetahui perselingkuhan ayahnya, prestasi belajar anak tersebut mengalami penurunan yang cukup jelas. Dia tidak lagi memiliki keinginan untuk belajar dan mulai sering mengabaikan tugas sekolah.
Anak tersebut juga mulai bergaul dengan kelompok teman yang sebelumnya pernah diminta oleh ibunya untuk dibatasi.
Ketika ditanya mengenai perubahan sikapnya, sang anak hanya mengatakan bahwa jika ayahnya bisa melakukan hal tersebut, dirinya tidak lagi tahu kepada siapa harus percaya.
Sang ibu menyadari bahwa kedua anaknya tidak hanya marah karena ayah mereka memiliki wanita lain. Mereka juga sedang menghadapi hilangnya sosok ayah yang selama ini mereka percayai.
Bagi kedua anak tersebut, ayah mereka sebelumnya merupakan sosok yang sukses, kuat dan menjadi teladan, terutama bagi putra mereka. Namun, setelah perselingkuhan terungkap, gambaran tersebut seolah runtuh.
Mengetahui reaksi kedua anaknya, sang suami juga disebut menjadi panik. Dia berjanji akan mengakhiri hubungan dengan wanita tersebut dan tidak lagi menjalin komunikasi pribadi dengannya.
Suami tersebut juga meminta istrinya untuk tidak menceraikannya.
Meski demikian, sang suami mengatakan ada satu hal yang tidak dapat dia abaikan, yakni keinginannya untuk tetap memberikan nafkah dan bertanggung jawab terhadap anaknya dari wanita tersebut.
Sang istri mengaku tidak lagi terlalu memedulikan perkataan suaminya. Perhatiannya kini lebih tertuju kepada kondisi kedua anak mereka yang sedang berada di usia remaja.
Dia khawatir persoalan yang dilakukan sang ayah akan meninggalkan luka terlalu dalam bagi kedua anaknya. Putrinya kini menarik diri dan memilih tinggal sementara di rumah temannya. Sementara itu, putranya kehilangan semangat belajar, mulai bergaul dengan kelompok teman yang sebelumnya dikhawatirkan ibunya dan memandang ayahnya dengan penuh kekecewaan.
Sang ibu tidak ingin kesalahan yang dilakukan orang dewasa membuat kedua anaknya kehilangan kepercayaan terhadap cinta, keluarga maupun diri mereka sendiri.
Karena itu, dia kini mencari cara agar kedua anaknya dapat kembali tenang dan mampu memahami persoalan yang dilakukan ayah mereka tanpa kehilangan kepercayaan terhadap keluarga.
(cr31/tribun-medan.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.