Liputan6.com, Jakarta - Rambut rontok kerap dianggap sebagai kondisi yang wajar. Banyak orang memilih menunggu sebelum mencari tahu penyebabnya. Perubahan pada kondisi rambut sebenarnya bisa menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan, terutama ketika kerontokan berlangsung terus-menerus dan mulai disertai penipisan.


Kebiasaan menunda pemeriksaan dapat membuat seseorang terlambat mengetahui kondisi rambut dan faktor yang memicu kerontokan. Penanganan tidak harus menunggu sampai rambut menipis secara signifikan atau area kebotakan semakin luas.


Dokter hair transplant, Melissa Liwang, mengatakan perubahan pada rambut sudah cukup menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui kondisi rambut dan menentukan perawatan sesuai kebutuhan.


"Tidak perlu menunggu sampai rambutnya semakin tipis bahkan botaknya sudah semakin luas baru dilakukan perawatan," ujar Melissa di sesi wawancara eksklusif bersama Lifestyle Liputan6.com dalam rangkaian Beyoutiful Symphony Festival 2026 di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.


Widi Maulidya, juga dokter hair transplant, mengingatkan bahwa stres bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan rambut rontok. Kondisi psikologis memang dapat memengaruhi kesehatan rambut, tapi terdapat berbagai faktor lain yang perlu diperhatikan.


Pemeriksaan secara holistik diperlukan untuk mengetahui penyebab kerontokan secara lebih menyeluruh. Dokter dapat menilai kondisi pasien dari berbagai aspek sebelum menentukan penanganan yang tepat.


Jumlah rambut yang rontok setiap hari bukan satu-satunya indikator yang menentukan kondisi kesehatan rambut. Perubahan ketebalan dan kepadatan rambut juga penting diperhatikan untuk melihat kondisi secara lebih menyeluruh.



Saat Rambut Rontok Mulai Mengusik Kepercayaan Diri


Ilustrasi rambut rontok (Sumber: Unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)
Ilustrasi rambut rontok (Sumber: Unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)

Kondisi rambut yang terlihat ringan bagi orang lain belum tentu dirasakan dengan cara yang sama oleh orang yang mengalaminya. Tingkat kerontokan atau penipisan dapat memiliki dampak berbeda pada setiap individu, termasuk terhadap cara mereka memandang diri sendiri.


"Ada yang kebotakannya atau kerontokannya parah, tapi dia masih percaya diri. Ada juga yang baru mulai menipis atau bisa dikatakan penipisannya masih relatif ringan, tapi bagi dia itu sudah sangat memengaruhi kualitas hidup dia," ucap dr. Melissa.


Kerontokan rambut yang dianggap sederhana dari luar dapat menjadi persoalan personal bagi sebagian orang. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi emosional, citra diri, bahkan rasa percaya diri.


Dokter Melissa menilai kualitas hidup menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika seseorang mulai merasa terganggu dengan kondisi rambutnya. Penanganan pun dapat dipertimbangkan berdasarkan dampak yang dirasakan, bukan hanya tingkat kerontokan yang terlihat.



Tak Harus Menunggu Botak untuk Hair Transplant


Ilustrasi hair transplant. Credit: unsplash.com/Prior
-hair-front-mirror_329181-2378.jpg

Hair transplant kerap dianggap sebagai prosedur yang baru diperlukan ketika kebotakan sudah cukup parah. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena rambut yang mulai menipis juga dapat menjadi pertimbangan untuk menjalani prosedur ini.


"Karena rambut yang sudah mulai menipis pun itu sebenarnya bisa dilakukan hair transplant," ujar dr. Melissa.


Pola kebotakan menjadi salah satu hal yang diperiksa sebelum tindakan dilakukan. Dokter juga melihat apakah kerontokan masih berlangsung secara progresif atau kondisinya sudah lebih stabil. Penyebab kebotakan serta jumlah dan kondisi rambut donor turut menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana tindakan.


Usia bukan satu-satunya faktor dalam menentukan kandidat hair transplant. Dokter Widi mengatakan pasien yang berkonsultasi kini semakin beragam, termasuk mereka yang berusia lebih muda. "Kita tetap menilai bagaimana terjadinya kebotakan, kebutuhan donornya, timing dan perencanaan jangka panjangnya," ucapnya.



Ekspektasi Realistis Tetap Diperlukan


Ilustrasi rambut rontok. (dok. user18526052/Unsplash)
Ilustrasi rambut rontok. (dok. user18526052/Unsplash)

Keputusan menjalani hair transplant perlu diawali dengan pemahaman mengenai kondisi rambut dan hasil yang realistis. Setiap pasien memiliki kebutuhan berbeda sehingga hasil yang diharapkan tidak bisa disamaratakan. Konsultasi membantu dokter dan pasien menyelaraskan kondisi rambut dengan tujuan tindakan.


Alasan pasien memilih hair transplant juga menjadi bagian penting dalam konsultasi. Dokter perlu memahami bagaimana kerontokan memengaruhi keseharian dan apa yang ingin diperbaiki melalui tindakan tersebut.


Pendekatan personal membantu menentukan kebutuhan pasien secara lebih tepat. "Tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan terhadap dirinya sendiri dan kepercayaan diri pasiennya sendiri," ujar dr. Widi.


Hair transplant tidak berarti kerontokan berhenti sepenuhnya. Rambut hasil transplantasi cenderung lebih kuat, sedangkan rambut asli di area lain tetap berisiko menipis. Perawatan lanjutan tetap diperlukan untuk menjaga rambut yang sudah ditanam maupun rambut asli yang masih tumbuh.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.