TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Isenmulang Kalteng FC harus menelan pil pahit usai kembali menelan kekalahan telak di awal musim Super League 2026/2027.
Setelah takluk 4-0 dari Arema pada laga perdana, Isenmulang kini dihajar Bali United dengan skor 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu 12 September 2026 malam.
Pelatih kepala Isen Mulang Kalteng FC, Mundari Karya, menyoroti runtuhnya mental dan kepercayaan diri pemain menjadi faktor yang membuat timnya kehilangan kendali di lapangan.
Kendati memulai laga dengan agresif dan merepotkan tuan rumah selama setengah jam pertama, petaka kembali terulang setelah gawang mereka kebobolan.
“Pertandingan ini sangat menarik, terutama sampai menit ke-30 kita masih menguasai pertandingan. Sayang, gol terjadi lagi seperti pada saat lawan Arema, dan itu merusak kepercayaan diri para pemain,” ujar Mundari Karya usai laga.
Baca juga: Bali United Puncaki Klasemen Usai Bantai Isen Mulang 4-1, Johnny Jansen Sesalkan Kebobolan Konyol
Mundari menjelaskan, hilangnya fokus mental tersebut membuat skema taktik tim berantakan hingga lini pertahanan terlalu pasif menghadapi gempuran Serdadu Tridatu.
“Pada saat bertahan, kita terlalu low block dan membiarkan pemain-pemain Bali United bermain. Padahal di 30 menit pertama kita juga punya peluang untuk memenangkan pertandingan,” jelasnya.
Pelatih senior tersebut membeberkan bahwa komposisi tim yang dihuni mayoritas pemain promosi serta pilar asing yang baru pertama kali merumput di kompetisi sepak bola Indonesia membutuhkan proses penyesuaian yang tidak instan.
Oleh sebab itu, Mundari mematok target lima pekan awal sebagai fase adaptasi mutlak sebelum timnya menemukan bentuk permainan terbaik.
“Tim ini perlu beradaptasi dengan tingkat kasta tertinggi. Hampir semua pemain ini yang sebelumnya mengangkat tim ke Liga 1, ditambah rekan-rekan baru yang belum pernah main di Liga Indonesia,” ungkap Mundari.
Ia meminta publik bersabar melihat progres skuadnya di tengah tantangan awal musim yang berat.
“Ini baru dua pertandingan. Kalau tim baru seperti ini, menurut saya butuh lima pertandingan lah baru kelihatan bentuknya seperti apa,” tegasnya.
Terkait beban sanksi minus poin yang sempat membayangi tim, Mundari tidak menampik adanya pengaruh psikologis, meski ia memilih fokus membenahi perkembangan taktik dan performa anak asuhnya.
Sementara itu, gelandang senior Isenmulang Kalteng FC, Makan Konate, mengaku kecewa dengan hasil akhir namun meminta rekan-rekannya untuk tidak larut dalam penyesalan.
“Kita kecewa hasilnya, tapi saya percaya sama teman-teman dan insyaallah kita bisa bangkit. Ini baru dua pertandingan, tidak ada yang perlu disesali,” tutur Konate.
Pemain asal Mali tersebut menegaskan komitmen skuad Isenmulang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memutus tren negatif pada laga-laga selanjutnya.
“Kita evaluasi step by step biar bisa fokus dan kerja keras di pertandingan berikutnya,” pungkas Konate.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.