TRIBUNNEWS.COM - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah rombongan mereka diduga dihadang dan ditembaki kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).
Salah satu korban, drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Alfonsius merupakan dokter hewan yang bertugas sebagai pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.
Ia telah bekerja di Papua sejak 2018.
Menurut keterangan keluarga, Alfonsius sebelumnya berencana membawa istri dan putra tunggalnya yang belum berusia lima tahun berlibur ke Maumere pada Desember 2026.
Kakak sulung Alfonsius, Henderikus Evenitus, mengatakan adiknya menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika peristiwa terjadi.
"Adik kami pergi untuk melayani masyarakat di sana. Ia tidak pernah berpikir tentang bahaya, fokusnya hanya bekerja," tutur Henderikus saat ditemui di rumah duka Wailiti.
Jenazah Alfonsius tiba di Maumere bersama keluarga dan kemudian disemayamkan di rumah duka. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (14/9/2026).
Baca juga: PGI Kecam Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Minta Penyanderaan Dihentikan
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT ketika rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena.
Sebelumnya, rombongan yang berjumlah delapan orang tersebut menjalankan sejumlah kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk memberikan bantuan ternak, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan pertanian.
Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi diduga dihadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti. Tiga korban kemudian diminta turun dan digiring ke bagian belakang kendaraan.
Setelah itu terdengar tiga kali letusan senjata api. Para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.
Tiga pegawai dinas pertanian meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Mereka masing-masing berinisial WM (24), AR (49), dan AAM (35) yang diketahui merupakan Alfonsius.
Polisi menyebut AR menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Sementara dua korban lainnya merupakan pegawai pada instansi tersebut.
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat. Dari pemeriksaan saksi yang selamat dan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik telah memperoleh informasi mengenai ciri-ciri pelaku.
Petugas juga menemukan tiga selongsong peluru di lokasi, terdiri dari dua selongsong kaliber 5,56 milimeter dan satu selongsong kaliber 9 milimeter.
Menurut keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan berjumlah sekitar delapan orang dan membawa dua senjata api laras panjang. Polisi masih mendalami kepemilikan senjata laras pendek berdasarkan temuan selongsong kaliber 9 milimeter.
"Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran," kata Yusuf.
Polisi juga mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang terlihat dalam rekaman video call menggunakan telepon salah satu korban.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, membenarkan adanya komunikasi tersebut.
"Iya betul (pelaku video call dengan keluarga korban)," kata Faizal, Jumat (11/9).
Yusuf mengatakan komunikasi dalam video tersebut menggunakan bahasa Papua dan masih perlu diterjemahkan.
"Bahasa Papua, masih perlu diterjemahkan," katanya.
Setelah melakukan pencocokan dengan data kepolisian, aparat menyatakan PN dan KT merupakan dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
Menurut kepolisian, PN dan KT diduga merupakan anggota kelompok bersenjata Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.
Polisi juga menyebut keduanya diduga berkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua, termasuk penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026 dan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 2023.
"Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku," ujar Yusuf.
Baca juga: Di Balik 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak, Perlindungan Warga Sipil Jadi Sorotan
Pasca-penembakan, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menambah personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Penambahan personel dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung pencarian terhadap PN, KT, dan pihak lain yang diduga terlibat dalam penembakan.
"Kami terus melakukan pengejaran dan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan para pelaku," kata Yusuf.
Sementara itu, jenazah Alfonsius telah dipulangkan ke Maumere untuk dimakamkan. Keluarga menyampaikan bahwa ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia di bawah lima tahun.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.