BANJARMASINPOST.CO.ID - Joao Mario mengalami kesulitan di Juventus sejak menyelesaikan kepindahannya dari FC Porto selama jendela transfer musim panas. 

Kepindahannya ke Turin menimbulkan pertanyaan pada saat itu.

Terutama karena merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran yang melibatkan Alberto Costa, yang telah menunjukkan performa yang kuat selama beberapa bulan terakhir. 

Konteks tersebut hanya meningkatkan tekanan pada Mario, yang sejauh ini belum mampu membuktikan dirinya.

Bek tersebut datang dengan harapan bahwa ia mampu menyamai atau menggantikan dampak Costa, tetapi hal itu belum terwujud. 

Baca juga: Jadwal Bola Persib Bandung vs Persis Solo di Super League 2026 Sore Hari, Siaran Live TV Indosiar

Luciano Spalletti menunjukkan sedikit kepercayaan padanya, dan Mario kesulitan mendapatkan kesempatan bermain reguler di tim Juventus. 

Akibatnya, ia tetap berada di pinggiran skuad dan kesulitan mendapatkan waktu bermain di Stadion Allianz.

Kesulitan di Turin dan Kurangnya Peluang
Kesulitan yang dialami Mario telah menyoroti betapa menantangnya transisi ini. 

Mengisi kekosongan yang ditinggalkan Costa selalu menjadi tantangan, namun kurangnya kepercayaan dari staf pelatih membuatnya semakin sulit untuk beradaptasi. 

Tanpa menit bermain yang konsisten, bek tersebut tidak mampu membangun ritme atau menunjukkan kualitasnya.

Situasi ini tak pelak lagi memicu spekulasi tentang masa depannya. 

Juventus sedang mempertimbangkan pilihan mereka, sementara Mario ingin menghidupkan kembali kariernya di tempat lain. 

Pada tahap ini, tetap berada di Turin tanpa keterlibatan yang berarti tidak akan banyak membantu perkembangan atau kepercayaan dirinya.

Pengalihan Minat dan Potensi Keluar

Minat kini muncul dari klub lain di Liga Italia Serie A. 

Fiorentina dan Sassuolo sama-sama dikaitkan dengan kepindahan bek tersebut selama jendela transfer saat ini, dengan kedua klub memantau situasinya dengan cermat. 

Menurut Tuttojuve, kedua tim tersebut saat ini memimpin perburuan dan diperkirakan akan bersaing langsung untuk mendapatkan tanda tangannya.

Bagi Mario, kepindahan tampaknya semakin menarik. 

Dia memahami bahwa bermain sepak bola secara reguler sangat penting pada tahap kariernya saat ini, dan hal itu kemungkinan besar tidak akan tercapai jika dia tetap di Juventus. 

Waktu bermain yang lebih banyak akan memungkinkan dia untuk melanjutkan perkembangannya dan mendapatkan kembali momentumnya.

Pertanyaan yang tersisa berpusat pada struktur kesepakatan potensial apa pun. 

Masih harus dilihat apakah Juventus bersedia menyetujui peminjaman untuk sisa musim ini atau mendorong pengaturan yang berbeda. 

Seiring berjalannya jendela transfer, kejelasan akan segera muncul tentang di mana peluang Mario selanjutnya akan berada.

Khusus untuk Sassuolo sudah memiliki bek kuat termasuk kapten Timnas Indonesia Jay Idzes yang tampil apik di Liga Italia Serie A.

Jay Idzes bahkan sudah dipercaya bermain penuh 90 menit setiap kali Sassuolo bermain.

Dengan adanya rencana itu, persaingan bek Sassuolo untuk bermain secara reguler akan semakin ketat di Liga Italia Serie A.

(Banjarmasinpost.co.id)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.