Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian pengemudi, mengisi daya handphone (HP) di mobil sudah menjadi kebiasaan, terutama ketika perangkat kehabisan daya di tengah perjalanan. Namun, muncul pertanyaan menarik, apakah kebiasaan tersebut benar-benar membuat konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros?


Jawabannya, secara teknis memang ada pengaruhnya, tetapi sangat kecil. Pengisi daya ponsel tetap membutuhkan energi di mesin bensin yang berasal dari sistem kelistrikan kendaraan.


Meski demikian, konsumsi energi yang dibutuhkan untuk mengisi daya HP sangat minim, sehingga hampir tidak memberikan dampak berarti terhadap efisiensi bahan bakar.


Ketika mobil menyala, ponsel yang terhubung ke charger mendapatkan pasokan listrik dari alternator. Komponen ini mengambil tenaga dari mesin, sementara mesin membutuhkan bahan bakar agar tetap beroperasi. Dengan demikian, penggunaan charger HP secara tidak langsung memang membuat mesin membutuhkan sedikit tambahan energi.


Namun, kebutuhan daya sebuah charger ponsel tergolong sangat kecil, yakni hanya sekitar 5 hingga 15 watt. Sebagai perbandingan, sistem pendingin udara atau AC mobil dapat membutuhkan daya hingga ribuan watt. Bahkan, lampu sein kendaraan juga disebut mengonsumsi listrik lebih banyak dibandingkan charger ponsel.


Lantas, seberapa besar bahan bakar yang sebenarnya terpakai untuk mengisi daya ponsel?


Berdasarkan laporan yang dikutip Engadget, Minggu (26/7/2026), charger HP di mobil rata-rata hanya berdampak sekitar 0,03 mil per galon (MPG). Artinya, jika sebuah mobil memiliki efisiensi 20 MPG, angka tersebut secara teori turun menjadi sekitar 19,97 MPG ketika charger ponsel terus digunakan.


Angka tersebut tentu sangat kecil dan praktis, dan tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perjalanan. Sebagai perbandingan, penggunaan AC mobil dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 10 persen. Karena itu, pengendara tidak perlu terlalu khawatir konsumsi bensin meningkat hanya karena mengisi daya ponsel selama berkendara.



Charger HP Bikin Aki Soak?


Selain soal bahan bakar, ada pula anggapan bahwa mengisi daya ponsel dapat menguras aki mobil. Saat mesin menyala, hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah karena alternator memasok listrik sekaligus menjaga baterai 12 volt tetap terisi.


Beban tambahan dari charger ponsel juga sangat kecil, sehingga tidak akan membuat aki langsung habis.


Situasinya berbeda ketika mesin dalam kondisi mati. Dalam kondisi tersebut, charger ponsel mengambil daya secara langsung dari baterai 12 volt kendaraan. Mengisi daya selama berjam-jam memang kemungkinan besar tidak langsung membuat aki habis, tetapi tetap ada risikonya, terutama jika mobil sudah lama tidak digunakan atau kondisi aki sudah tua.


Jadi, secara umum, mengisi daya ponsel saat berkendara tidak perlu dianggap sebagai penyebab boros bensin atau ancaman serius bagi aki, meski sebaiknya ponsel juga tidak terus-menerus dibiarkan terhubung ke charger tanpa alasan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.