Damascus (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengunjungi Suriah pada Sabtu (25/7), menjanjikan dukungan berkelanjutan dari PBB bagi pemulihan dan pembangunan kembali negara tersebut dalam kunjungan pertama seorang kepala PBB ke Damaskus sejak 2009.
Berpidato dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani, Guterres mengatakan bahwa rakyat Suriah telah mengalami penderitaan selama bertahun-tahun, tetapi mereka tidak kehilangan ketangguhan, kreativitas, dan rasa memiliki mereka."l
Guterres mengatakan bahwa tidak ada negara yang baru keluar dari konflik parah yang dapat membangun kembali dirinya sendiri, seraya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membantu Suriah.
Guterres juga menegaskan kembali posisi PBB bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki merupakan wilayah Suriah, serta menyerukan penghentian semua pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.
Sementara itu, al-Shaibani mengatakan kunjungan tersebut mencerminkan fase baru dalam hubungan Suriah dengan PBB.
"Prioritas saat ini adalah rekonstruksi, dan hal itu memerlukan pencabutan semua pembatasan yang masih tersisa," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Suriah sedang berupaya beralih dari bantuan kemanusiaan menuju pembangunan berkelanjutan.
Guterres juga menyebutkan bahwa 3,5 juta warga Suriah telah kembali ke negara tersebut.
Sebelumnya, Guterres mengadakan pembicaraan dengan Ahmad al-Sharaa, pemimpin sementara Suriah.