TRIBUNSTYLE.COM, SUKABUMI - Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat menyimpan sebuah warisan bumi yang luar biasa megah bernama Geopark Ciletuh. Sejak tahun 2018, UNESCO telah resmi menetapkan kawasan seluas 126.000 hektare yang mencakup delapan kecamatan ini sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG)—bersanding dengan situs dunia lain di Indonesia seperti Gunung Batur, Gunung Sewu, dan Gunung Rinjani.
Daya tarik utama Geopark Ciletuh terletak pada lanskap alamnya yang lengkap, memadukan deretan pegunungan hijau dengan bentangan pantai selatan yang biru. Keunikan geologisnya sangat langka; kawasan ini dipenuhi hamparan batuan purba berusia 50–65 juta tahun dari Zaman Kapur. Batuan ini dulunya terendap di palung laut terdalam akibat penunjaman (subduksi) lempeng samudra ke bawah lempeng benua, yang kemudian terangkat ke permukaan akibat aktivitas tektonik jutaan tahun.
Secara umum, memasuki kawasan Geopark Ciletuh tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis, meski beberapa spot wisata spesifik menerapkan tarif swadaya masyarakat berkisar beberapa ribu rupiah saja untuk pemeliharaan fasilitas.
Baca juga: 7 Rekomendasi Cafe Outdoor di Sukabumi, Tempatnya Estetik Bikin Betah, Cocok Buat Quality Time
Bagi Anda yang merencanakan liburan, berikut adalah empat destinasi wajib yang menyajikan pesona terbaik Ciletuh:
Terletak sekitar 2 kilometer dari Pantai Palangpang, air terjun ini menawarkan pemandangan eksotis berupa tebing tinggi berwarna cokelat kemerahan yang berhias lumut hijau alami. Di sekeliling kolam air terjun, terdapat batuan purba berukuran besar yang kerap menjadi spot foto favorit wisatawan. Akses menuju lokasi yang agak tersembunyi ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor, dan areanya terbuka selama 24 jam.
Berada di ketinggian 340 meter di atas permukaan laut (mdpl), Puncak Darma merupakan titik pandang (viewing point) terbaik untuk menikmati lanskap Teluk Ciletuh secara utuh. Dari sini, Anda bisa melihat dinding amphitheater (amfiteater) alam, Pulau Mandra, Pulau Kunti, Pantai Palangpang, Pantai Cikadal, serta area muara sungai Ciletuh dan Cimarinjung. Fasilitas di lokasi ini sudah sangat lengkap, mulai dari warung makan, toilet, papan informasi, hingga spot foto buatan.
Berlokasi di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, bukit ini menyuguhkan pemandangan bentang alam morfologi berbentuk tapal kuda raksasa yang menyerupai sebuah mega amfiteater terbuka menghadap ke Teluk Ciletuh. Titik ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam perjalanan dari kawasan Pelabuhanratu.
Bagi pencinta fauna, spot yang terletak di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap ini menawarkan pengalaman edukatif yang menyentuh hati. Pengunjung dapat melihat langsung proses menetasnya telur penyu hingga momen pelepasan anak penyu (tukik) kembali ke samudra luas.
Baca juga: Healing Sekali, Pengen Balik Lagi! Pantai Minajaya Sukabumi Punya Keindahan yang Sulit Dilupakan
Kawasan ini dapat diakses dengan nyaman menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui beberapa alternatif jalur:
(Kompas.com/ Dini Daniswari/ TribunStyle.com/ Ana Vaidatu Zuhda)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.