Penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus memenuhi standar industri.

Jakarta (ANTARA) - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tandan buah segar (TBS) sawit yang dihasilkan petani.


Kepala Bagian Usaha Hulu PT RPN Fandi Hidayat mengatakan peningkatan daya saing kelapa sawit rakyat tidak hanya ditentukan oleh produktivitas kebun, tetapi juga kualitas tandan buah segar yang dihasilkan.


"Penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus memenuhi standar industri," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.


Terkait hal itu RPN dengan dukungan BPDP serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian menggelar program Pelatihan Petani Sawit Kelas Teknik Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 133 pekebun dan penyuluh perkebunan dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan .


Menurut Fandi Hidayat, pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi pekebun dalam menerapkan teknik panen dan pascapanen sesuai standar, sehingga mampu menghasilkan TBS yang lebih berkualitas.






Melalui pelatihan tersebut peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan praktik panen dan pascapanen yang benar sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan terus meningkat.


Selain itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM pekebun, sehingga sawit rakyat memiliki daya saing yang semakin kuat, memberikan nilai tambah, dan meningkatkan kesejahteraan pekebun.


Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Dian Eka Putra menilai panen merupakan tahapan yang sangat menentukan kualitas hasil.


Oleh karena itu, ketepatan waktu panen, teknik pemanenan, hingga penanganan pascapanen yang baik akan menjaga mutu TBS dan meningkatkan nilai ekonomi yang diterima pekebun.


"Penanganan panen dan pascapanen yang sesuai standar akan menjaga kualitas hasil dan memudahkan pemasaran, sehingga sawit rakyat memiliki nilai jual yang lebih baik," katanya lagi.






Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Muslim Budiman menambahkan, penerapan teknik panen yang benar akan menghasilkan TBS berkualitas, mengurangi kehilangan hasil, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus memperkuat posisi tawar pekebun di pasar.


Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan untuk melihat langsung penerapan standar panen dan pascapanen di lapangan.