TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat merespons laporan orang hilang di kawasan perbukitan kampus Universitas Andalas (Unand).
Hingga Minggu (26/7/2026) sore, tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir area hutan demi menemukan korban yang telah hilang selama hampir sepekan.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, dilaporkan tak kunjung pulang ke rumahnya.
Pihak keluarga yang merasa cemas lantas melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Polres Agam Bongkar Rantai Penjualan Motor Rental yang Digelapkan, Dua Pelaku Diamankan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan, laporan resmi mengenai insiden ini langsung ditindaklanjuti oleh jajarannya.
Pihak pusdalops segera mengerahkan personel rescue untuk melakukan asesmen awal di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kalaksa BPBD Kota Padang, korban yang dinyatakan hilang diketahui bernama Afriyanto.
Pria berusia 42 tahun tersebut tercatat sebagai warga RT 003, RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun di lapangan, jejak terakhir Afriyanto terlihat pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, yang bersangkutan terpantau berada di kawasan atas Politeknik Negeri Padang sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.
Baca juga: Berangkat ke Kebun Seperti Biasa, Pria di Pasaman Barat Hilang Tanpa Jejak
Hingga laporan ini diturunkan pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 14.25 WIB, korban belum juga kembali ke kediamannya.
Selain itu, nomor komunikasi milik korban dilaporkan tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga maupun kerabat dekat.
Ciri-ciri fisik korban untuk memudahkan proses identifikasi oleh tim pencari maupun masyarakat luas.
Korban memiliki postur tubuh yang gempal dengan warna kulit kuning langsat serta mengenakan celana panjang berwarna hitam.
Selain itu, petunjuk penting dari pihak keluarga menyebutkan bahwa saat terakhir kali terlihat, korban tidak mengenakan baju atasan.
Kondisi fisik dan pakaian terakhir ini menjadi acuan krusial bagi para personel yang menyusuri medan pencarian.
Baca juga: Menyalurkan Asa dari Ruang Publik: Merawat Potensi Pelajar Solok Selatan Lewat Panggung CFD
Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Kota Padang tidak bekerja sendiri dalam melakukan operasi pencarian.
Anggota Rescue PB BPBD Kota Padang langsung turun tangan di bawah komando langsung Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL).
Operasi pencarian ini juga melibatkan unsur pendukung dari Taruna Siaga Bencana (KSB) bersama pihak keluarga korban.
Sinergi lintas elemen ini dibentuk guna memperluas jangkauan penyisiran di kawasan vegetasi yang cukup lebat.
Baca juga: Terjaring Razia, 9 Orang Diamankan Petugas Saat Pengawasan Tempat Hiburan Malam di Padang
Guna memaksimalkan efektivitas operasi, Kalaksa BPBD Kota Padang menyebutkan bahwa tim pencarian di lapangan telah dibagi menjadi dua satuan tugas.
Tim 1 yang beranggotakan 15 personel diterjunkan ke sektor utama, sementara Tim 2 yang berisikan 13 personel menyisir jalur alternatif.
Lokasi pencarian difokuskan di sekitar Hutan Biologis Unand dan kawasan sekitarnya yang memiliki kontur curam serta vegetasi rapat.
Medan perbukitan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Unsur yang terlibat dalam operasi di lapangan meliputi personel BPBD Kota Padang, pihak kecamatan setempat, serta KSB Kota Padang dan KSB Pauh. Peran aktif dari masyarakat sekitar yang ikut membantu pencarian juga turut meringankan beban kerja tim SAR gabungan.
Tim gabungan berencana untuk terus melanjutkan penyisiran sembari mengevaluasi perkembangan situasi di posko darurat.
Pihak BPBD Kota Padang mengimbau kepada masyarakat yang merasa melihat seseorang dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.