TRIBUNTRENDS.COM - Kasus tewasnya seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan dengan kondisi tangan terborgol di tepi Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, masih menjadi misteri.

Hingga kini, kepolisian terus mengusut penyebab pasti kematian korban melalui serangkaian penyelidikan intensif.

Sedikitnya 12 orang saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi turut diperiksa untuk mencari petunjuk.

Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, serta autopsi terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterangan para saksi.

Polisi juga menelusuri rekaman CCTV di kawasan Perum Jasa Tirta II, tempat korban bekerja, guna mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Selain itu, sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap penyebab kematian satpam tersebut.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Priyo, Terdakwa Pembunuhan Sekeluarga Indramayu Sebut Dipaksa Bohong

Polisi Gali Keterangan

"Hingga saat ini kami sudah memeriksa 12 orang saksi, baik dari warga maupun rekan kerja korban,

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut," kata Made saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Minggu (26/7/2026).

Selain memeriksa saksi, ia mengatakan, polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, lokasi tempat korban bekerja.

Baca juga: Polisi Bongkar Kronologi Sadis Pembunuhan Tapir di Mesuji: Dikejar, Ditombak, Dihantam Besi Dongkrak

SATPAM TEWAS TERBORGOL - Proses evakuasi satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta yang ditemukan tewas (Tribun Trends/Dok Warga/Muhamad Hidayat/Kompas)

Sejumlah Barang Bukti

Lebih lanjut ia menyebutkan, sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, polisi mengakui belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Sok-Sokan Pamer KTA hingga Bikin Satpam Bersujud, Polisi Buru Identitas Asli Penumpang Alphard

Status Terakhir Korban

Di sisi lain, beredarnya video yang disebut-sebut sebagai status terakhir korban di media sosial juga mendapat klarifikasi dari kepolisian. Made menegaskan video tersebut bukan diunggah oleh korban.

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," ucapnya.

Video yang beredar memperlihatkan dugaan aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul yang diduga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah, tepatnya di kawasan Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah coretan di fasilitas umum, disertai suara seorang pria yang mengecam aksi vandalisme dan meminta agar lokasi tersebut segera dibersihkan.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap autopsi dan terus mendalami seluruh barang bukti untuk mengungkap misteri di balik kematian satpam tersebut.

(TribunTrends.com/TribunJabar.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.